Senin, 29 Februari 2016

February Wrap Up

 


Hai-hai, balik lagi ni dengan aku. Kali ini aku mau kasih tau apa aja sih blog ini di bulan Februari 2016. Selama Februari ini sebenarnya minat baca aku masih cukup tinggi tapi karena banyaknya tugas kuliah, jadinya sempet ketunda untuk baca novel. Langsung aja ya ke list bacaanku. Berikut list nya



Daftar buku yang selesai dibaca bulan Februari ini:
1. Bliss Bakery #1 – Kathryn Littlewood
2. Please Look After Mom – Kyung SookShin
3. Looking For Alaska – John Green
4. Rumah Lebah – Ruwi Meita
5. Gempa Waktu – Kurt Vonnegut

Daftar buku yang on process:
1. Heartstopper (Joy Fielding)
2. Once A Witch (Carolyn MacCullough)

Daftar postingan lain di blog:
1. Project Baca Buku Cetak 2016
2. Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016

Daftar yang ingin dibaca bulan Maret:
1. Fahrenheit 451 (Ray Bradbury)
2. Petals for the Sky (Mingmei Yip)
3. Abandon (Meg Cabot)
4. The Secret Life of Bees (Sue Monk Kidd)  

Semoga di bulan Maret bisa nyelesain 2 buku itu dan juga bisa baca sampe habis 3 novel yang pengen dibaca. Dan bgi yang berkunjung ke blog ini didoain semua aktivitas dan rencana yang akan dilaksanakan di bulan Maret dapat dilancarkan ^^

^Vinia^




[REVIEW] Gempa Waktu

Judul: Gempa Waktu
Penulis: Kurt Vonnegut
Genre: Science-Fiction
Jumlah Halaman:250 Halaman
Penerbit: KPG


Review

Aku beli novel ini jujur karena penasaran dengan judulnya sendiri "gempa waktu" dan setelah dibaca menurutku novel ini lebih seperti karya nonfiksi. Ditemani Kilgore Trout, Kurt membuat kisahnya semakin berwarna. Banyak kisah yang kita temui di novel ini dan semuanya jelas menggarisbawahi waktu.
Entah kenapa aku kurang puas dengan bacaan yang disuguhkan oleh penulis. Apa karena aku kurang menangkap maksudnya atau karena bacaan ini berat atau karena suguhannya seperti nonfiksi atau karena kurang fokus.. Aku bingung sendiri. But, intinya aku jadi takut salah baca novel lagi. Karena menurut aku inti baca novel itu adalah hiburan, kalo ga dapet hiburan dan ga dapet gambaran baru, ya buat apa..

^Vinia^

Minggu, 28 Februari 2016

[REVIEW] Rumah Lebah

Judul: Rumah Lebah
Penulis: Ruwi Meita
Genre: Thriller, Fantasi, Psikologi
Jumlah halaman: 282 halaman
Penerbit: Gagas Media


Sinopsis

Tak ada yang pernah tahu kapan biji tanaman jarak pecah karena dia selalu mengelabui. Jadi, saat mimpi buruk bercerita tentang pembunuhan yang terjadi atas dirimu, anggaplah sebagai gladi kotor kematianmu. Karena kematian memang selalu mengelabui dan datang tiba-tiba.
Bersiap-siaplah selalu...

Mala tahu ini bukan sebuah mimpi buruk. Bukan halusinasi sebagaimana yang dipikirkan Nawai. Ini kenyataan. Ada enam orang asing yang hidup dan bernapas di rumah lebah. Mata telanjang milik gadis cilik genius berjiwa ganjil itu melihat semuanya. Melihat apa yang tak diketahui dan tak dilihat orang. Tidak juga Nawai.

Atau tepatnya, tak boleh ada seorang pun mengetahui itu semua. Sebab, itu justru akan menjadi gladi kotor kematian bagi sang ratu lebah. Sosok yang seharusnya tak boleh diganggu keberadaannya.


Review

"The Gorgeous Novel that combines the fantasy, thriller, psychological, criminal and a little bit of science."

Itulah ungkapanku buat novel karya Ruwi Meita ini. Benar-benar novel yang dikemas untuk membuat pembacanya penasaran tetapi dengan alur cerita yang gampang dipahami tanpa terkesan melompat-lompat. Semua tokoh dan kisah dirancang pas sesuai porsinya. Novel ini benar-benar mengejutkanku, apalagi mengenai cerita Nawai yang ternyata memiliki gangguan kepribadian yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Ku kira hanya Mala yang "aneh" dalam cerita ini, ternyata...

Novel ini sebenarnya udah kuincar dan udah jadi daftar bacaan yang ingin dibaca di rak Goodreads ku. Karena memang review mengenai novel ini positif dan berbau psikologis gitu. Maklum, aku emang lagi nyari novel berbau psikologis. Dan ternyata aku nemu buku ini di perpustakaan kotaku dan langsung kupinjam, dan ga nyesel deh setelah dibaca. 

Suka kisahnya dan suka juga penokohan tiap tokohnya. Mau tau siapa aja tokoh-tokoh novel ini? Baiklah, aku jabarin ya:

1. Nawai: ibu rumah tangga yang bertanggung jawab pada keluarga, sederhana, pandai melukis, dan disebut sebagai "Ratu Lebah" (baca sendiri novelnya kalo mau tau kenapa dia disebut seperti itu)
2. Mala: anak Nawai yang diduga indigo, ekspresi datar, sangat cerdas, punya boneka bernama Dizzel, sangat suka baca ensiklopedia, dan dia sangat takut berkunjung ke studio lukis milik ibunya. 
3. Winaya Sinatra: ayah Mala dan suami Nawai, penulis novel terkenal yang dulunya bekerja di sebuah majalah, buta warna, sangat menyayangi keluarganya.
4. Alegra Kahlo: aktris terkenal yang kelak menjadi pemeran wanita dalam film yang diangkat dari novel Winaya, memiliki bentuk tubuh langsing, cantik, seorang pengidap bulimia (orang yang makan kemudian memuntahkan makanannya karena takut bentuk tubuhnya menjadi jelek), pacar Rayhan.
5. Rayhan: lelaki pebisnis sukses, memiliki rahasia yang sampai sekarang belum terkuak dan terendus polisi
6. Deni: wartawan yang mengulik kisah mengenai Alegra.
7. Kartika: polisi cantik yang memiliki intuisi tajam, cermat, berwibawa, cerdas, dan tegas.
8. dr. Kertoyo: dokter ahli kematian yang membantu Kartika memecahkan kasusnya
9. Samuel Priyatna: psikolog yang mengungkap bahwa Nawai ternyata memiliki kepribadian ganda.

Nah, itu tokoh manusianya, tokoh khayalannya ada 6, tokoh-tokoh inilah yang merupakan teman gaib Mala. Mau tau tokoh khayalan Mala? Ada Willis, Satira, Ana Manaya, Abuela dan Si Kembar. Willis merupakan laki-laki berbadan hijau yang suka mewarnai dan menurut Mala merupakan temannya yang baik. Satira merupakan anak perempuan yang mengancam bagi Mala yang membuat ia ketakutan dan sampai-sampai tidak mau berkunjung ke studio lukis Nawai. Ana Manaya merupakan sosok tante-tante yang mencolok, menyukai kebebasan dan malam serta seks, ia juga suka ceplas-ceplos. Abuela merupakan guru Bahasa Spanyol Mala. Dan Si Kembar merupakan 2 sosok yang tidak memiliki mulut namun hanya mengandalkan pendengaran dan penglihatannya serta catatan yang mereka rekam. Si Kembar inilah yang mengungkap siapa pembunuh Deni yang diceritakan dibunuh dalam novel ini.

Ternyata 4 tokoh khayalan tersebut berkumpul di dalam satu tokoh dan berhasil menggerogotinya yang membuat novel ini sungguh mengesankan. Dia adalah.......(males kasih tau ah..haha)

^Vinia^
 


Minggu, 14 Februari 2016

[REVIEW] Looking for Alaska

Judul: Looking For Alaska
Penulis: John Green
Alih bahasa: Barokah Ruziati & Sekar Wulandari
Genre: Fiksi, Fantasi Remaja
Halaman: 286 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama



Sinopsis
Sebelum. Miles "Pudge" Halter sangat suka kata-kata terakhir yang terkenal-dan bosan dengan kehidupannya yang biasa saja. Ia masuk sekolah berasrama Culver Creek untuk mencari apa yang disebut penyair Francois Rabelais sebagai "Kemungkinan Besar". Hidupnya jungkir balik di sekolah itu, yang kadang gila, tidak stabil, tak pernah membosankan. Sebab di sana ada Alaska Young, yang menawan, pintar , lucu, seksi, kacau, dam sangat memikat. Alaska menarik Pudge memasuki dunianya, melontarkannya ke dalam "Kemungkinan Besar", dan mencuri hatinya.
Sesudah. Segalanya tak pernah sama lagi

Review
Looking for Alaska menceritakan kisah beberapa siswa di sekolah berasrama bernama Culver Creek dengan segudang kekonyolan dan tingkah-tingkah aneh. Penulisan bab didalamnya ga kayak novel lain, kayak "Bab Satu" dan lain sebagainya, tapi dimulai dari "Seratus Tiga Puluh Enam Hari Sebelumnya". Bab nya dibagi 2, "Sebelum" dan "Sesudah", jadi akhir bab novel ini adalah "Seratus Tiga Puluh Enam Hari Setelahnya". Di bab "Sebelum", diceritakan tentang semua tokoh-tokohnya yang masih berteman dengan Alaska (Alaska masih hidup), tetapi bab "Setelah" menceritakan ketika.... Untuk lebih jelasnya, silakan baca bukunya ya ^^

O iya, aku mau kenalin tokoh-tokoh dalam novel Looking For Alaska ini. Langsung aja ya:
1. Miles "Pudge" Halter: dipanggil dengan sebutan "Pudge" oleh teman-temannya di Culver Creek. Dia tokoh utama dalam novel ini. Dia termasuk cerdas dan suka membaca buku, serta selalu ikut-ikutan teman-temannya.
2. Chip Martin: dipanggil dengan sebutan "Kolonel". Dia adalah sahabat Pudge yang terkadang mengeluarkan ide gila dan suka merokok.
3. Alaska Young: sosok yang menurut Pudge adalah orang yang menawan, pintar lucu, seksi, kacau dan sangat memikat. Dia termasuk perokok di novel ini dan senang mengonsumsi alkohol. Dia pacar Jake. Termasuk orang yang memiliki ide sangat gila menurut Pudge. Dia juga termasuk orang yang digilai Pudge
4. Takumi Hikohito: merupakan teman dari 3 tokoh diatas, mungkin sebutan yang lebih tepat, dimana ada Pudge, Kolonel dan Alaska, disitulah Takumi juga berada. Orang yang mengetahui fakta dibalik kecelakaan Alaska.
5. Lara: perempuan yang pernah menjadi pacar Pudge. Termasuk teman akrab 4 tokoh di atas.
6. Mr. Starnes: dipanggil "Si Elang" oleh 5 sekawan. Yang terkenal darinya adalah memiliki "Tatapan Keramat" dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap bau rokok dan alkohol.
7. Dr. Hyde: guru agama tua yang setiap mengajar harus didengarkan oleh murid-muridnya. Banyak murid tak menyukainya, tetapi Pudge terlihat menyukai cara mengajarnya dan apa saja yang beliau ajarkan di kelasnya.
8. Weekday Warriors: geng yang sangat tidak disukai oleh Pudge, Kolonel, Alaska, Takumi dan Lara. Alasan mereka tak menyukai Weekday Warriors adalah karena mereka... (baca sendiri aja ya novelnya).

Awalnya pas baca judulnya, aku kira novel ini bahas tentang seseorang yang pengen ke Alaska, ternyata aku salah besar. Alaska itu adalah nama tokoh di novel ini yang menurut aku jadi objek bagi tokoh lainnya alias yang sering diceritakan atau jadi patokan cerita tokoh lain, karena (menurutku) dikaitkan juga dengan kejadian di bab "Setelah" yang sangat banyak membicarakan Alaska. 

Novel ini menurutku enak dan seru buat dibaca karena isinya itu loh fantasi para siswa banget. Isinya kekonyolan. Kayak ide 4 sekawan buat ngerjain anggota Weekday Warriors, cerita dan kisah mereka yang mengalir kayak cerita mereka saat merokok dan minum alkohol di tempat yang jarang didatangi, ngerjain dekan mereka "Si Elang" dan masih banyak lagi cerita aneh yang sayang untuk dilewatkan.

Satu hal yang aku lupa, novel ini juga bahas tentang 2 tema besar yaitu labirin (kata-kata Simòn Bolìvar dalam The General in His Labyrinth-nya Gabriel Garcia Marquez) dan Kemungkinan Besar (dalam biografi François Rabelais). Labirin yang sering diceritakan Alaska dan Kemungkinan Besar yang coba dicari Pudge ketika ia sekolah di Culver Creek membuat cerita ini menarik untuk dibaca selain karena tingkah kekonyolan mereka. Overall, novel ini mesti dibaca!

"Aku terlahir dalam labirin Bolivar jadi ku harus percaya pada harapan akan Kemungkinan Besar Rabelais" - John Green (penulis novel)

Jumat, 12 Februari 2016

[MASTERPOST] Proyek Baca Buku Perpustakaan 2016

Halo semuanya, aku balik lagi ni. Sekarang aku mau kasih info ni tentang project yang aku ikutin. Emang udah gila kali ya aku, kebanyakan ikut project dan challenge tahun ini, tapi ga masalah, biar aku bisa lalui tahun ini dengan semangat.hehe. Kali ini aku bakal kasih info tentang Proyek Baca Buku Perpustakaan. Apa itu? Ini project yang menugaskan kita membaca buku apapun yang asalnya dari perpustakaan. Menurut aku project ini lumayan menantang apalagi bagi yang masih punya banyak timbunan buku. Tapi beruntungnya aku ga terlalu banyak nimbun buku sih, jadi kira-kira bisa lah ikut project ini tanpa hambatan.hehe. Project ini diadain sama Kak Ira 

Bagi yang berminat ikut project ini, yuk disimak ketentuannya di bawah ini: 
  1. Daftarkan diri kalian di kolom komentar di post ini dengan format: NAMA – LINK AKUN MEDIA SOSIAL (Facebook/Twitter/Instagram) YANG MASIH AKTIF DAN BISA DIHUBUNGI. Kalian bisa mendaftar kapan saja selama periode proyek ini yang berlangsung dari tanggal 1 Januari – 30 Desember 2016. Yang punya blog, dipersilakan membuat master post-nya juga.
  2. Pinjam dan baca buku dari perpustakaan di kota kalian.
  3. Share foto buku + kesan singkat kalian setelah membaca buku tersebut atau link review (kalau kalian mereview bukunya) di akun media sosial yang kalian daftarkan. Pastikan label buatan perpustakaannya terlihat di foto sebagai bukti kalau buku tersebut memang dipinjam dari perpustakaan. Jangan lupa mention saya dengan hashtag #pbbp di akun FB saya: Ira Mustika, akun Twitter saya: @irabooklover atau akun Instagram saya:@irabooklover.
  4. Setiap link mention yang memenuhi syarat (ingat harus ada foto buku dan kesan pendek atau reviewnya) yang masuk di akun medsos saya akan saya pilih secara acak di akhir periode. Akan ada hadiah untuk 1 link terpilih berupa buku pilihan sendiri senilai maksimal Rp100.000. Cuma 1 ? Jangan khawatir, saya kemungkinan akan menambah jumlah link terpilih kalau pesertanya banyak ;) Seberapa banyak? Well, kita lihat saja nanti, mwuahahaha, *jahat XD
  5. Kalian boleh memention saya berkali-kali untuk satu buku yang sama, tapi link yang saya masukkan ke dalam daftar undian hanya 1 link untuk setiap buku. Jadi semakin banyak kalian membaca buku perpustakaan, semakin besar kesempatan untuk terpilih ^_^
  6. Pemenang akan saya umumkan diakhir periode saat membuat Wrap Up Post tanggal 31 Desember 2016 sekalian menghitung seberapa banyak buku yang sudah saya pinjam dan baca dari perpustakaan. Silakan laporkan hasil kalian juga di kolom komentar Wrap Up post saya nanti.

Kamis, 11 Februari 2016

[REVIEW] Please Look After Mom

Judul: Please Look After Mom
Penulis: Kyung Sook Shin
Genre: Fiksi, Family
Halaman: 293 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama


Sinopsis
Sepasang suami-istri berangkat ke kota untuk mengunjungi anak-anak mereka yang telah dewasa. Sang suami bergegas naik ke gerbong kereta bawah dan mengita00ra istrinya mengikuti di belakangnya. Setelah melewati beberapa stasiun, barulah dia menyadari bahwa istrinya tak ada. Istrinya tertinggal di Stasiun Seoul.
Perempuan yang hilang itu tak kunjung ditemukan, dan keluarga yang kehilangan ibu/istri/ipar itu mesti mengatasi trauma akibat kejadian tersebut. Satu per satu mereka teringat hal-hal di masa lampau yang kini membuat mereka tersadar betapa pentingnya peran sang ibu bagi mereka; dan betapa sedikitnya mereka mengenal sosok sang ibu selama ini perasaan-perasaannya, harapan-harapannya, dan mimpi-mimpinya.

Review
Novel ini aku temui di perpustakaan di kotaku. Aku minat bacanya karena tampilan covernya yang menyejukkan mata dan sederhana tapi manis ^^
Mengenai ceritanya, udah pasti ga jauh-jauh dari yang namanya ibu. Dikemas dengan jalan cerita yang gampang dimengerti dan benar-benar menonjolkan betapa baiknya ibu, novel ini berhasil bikin aku jadi inget betapa berharga dan baiknya mama aku. Kyung Sook Shin juga secara tersirat mengajarkan kita bahwa terkadang kita lupa bahwa ibu telah berusaha keras menjaga, merawat dan membesarkan kita namun kita lupa bahkan abai bahwa banyak sekali pengorbanan seorang ibu pada kita dan keluarga kita. Sayangnya, cerita ini akhirnya ga bahagia karena sang ibu yang hilang selama beberapa bulan belum juga ditemukan. 
Novel ini kebanyakan menggunakan sudut pandang orang pertama. Dan kebanyakan mereka menceritakan bagaimana aktivitas sang ibu, pengorbanannya dan cinta kasihnya pada keluarga. Dan kalo tentang alur, awalnya aku ngerasa penulis menceritakannya ga runtut alias ceritanya kemana-mana, kadang bahas ini dan habis itu bahas hal lain, tapi setelah baca habis, lama-lama jadi paham sama ceritanya koq. Kalo masalah latar tempat, penulis menggunakan latar Seoul dan daerah-daerah di Korea Selatan seperti Yokchundong dll dan juga menggunakan Vatikan di akhir cerita sebagai latarnya.
Overall, ceritanya bermakna banget. Ngajarin kita arti pentingnya ibu kita. Cus, yang mau nambah koleksi buku novel tentang keluarga, bisa nih beli novel ini ^^

^Vinia^

Selasa, 09 Februari 2016

[MASTERPOST] Project Baca Buku Cetak 2016

Holaaaa, setelah beberapa hari ga posting apapun, kali ini aku datang untuk ngeposting tentang project a.k.a reading challenge yang aku ikutin di tahun 2016 ini. Gila lo Vin, banyak amat challenge yang ikutin, emang sanggup? Tenang, aku sanggup koq ikutinnya. Soalnya dengan adanya challenge aku semangat banget untuk ngelahap bukunya. Project Baca Buku Cetak ini jelas syaratnya harus baca buku cetak dan say no to e-book. Berhubung aku ga suka juga baca e-book ya akhirnya aku putuskan ikutan project ini di tahun 2016. Project ini diadain oleh Mbak Ren, tujuannya untuk menghabiskan jumlah paperback yang makiiiin menumpuk di lemarinya. Katanya sih total buku cetak yang belum ia baca ada sekitar 685 buku (WOW, banyak amat!!!). Semangat Mbak Ren babat abis bukunya ^^



Tanpa harus berlama-lama, ini aturan mainnya:
1. Tentukan target baca buku cetak dalam setahun ini. Kalo Mbak Ren sendiri berusaha realistis dengan hanya baca 30 buku cetak saja :'). Nah, kalo aku menargetkan bisa baca 40 buku cetak untuk tahun 2016 ini.
2. Harus buku cetak dan ngga boleh e-book. Kan tujuan project ini buat ngehabisin timbunan paperbacknya XD. Genre dan jumlah halaman sih terserah teman - teman, baik fiksi ataupun nonfiksi, cerpen ataupun buku bantal, terjemahan maupun import. Gimana dengan komik? Karena komik masuk buku cetak juga (bukan yang dibaca online loh), maka boleh lho dimasukkan ke reading progress project ini. Asal jangan baca majalah atau tabloid ya :P
3. Tidak harus mereview buku - buku yang telah dibaca di blognya atau di akun Goodreads. Soalnya saya sendiri kadang suka males juga review XD.
4. Bikin post di blognya tentang project ini, isinya adalah berapa buku cetak yang akan teman - teman baca selama tahun 2016. Kalian ngga perlu ngelist buku apa aja yang mau dibaca, tapi silakan aja jika ingin membuat listnya.
5. Ga punya blog? Gapapa kok. Bisa bikin shelf khusus untuk project ini di Goodreadsnya atau bikin notes khusus di FB/Tumblr
6. Biar makin asyik, share juga kemajuan teman - teman dalam Project Baca Buku Cetak ini di sosmed semacam Twitter, Path, Google+, FB, Instagram, dll dsb. Bisa pakai hashtag #BacaBukuCetak .

Nah, mudah kan? :D. Kalau teman - teman mau ikutan, yang blogger bisa pasang button project ini di side bar blognya:



Jangan lupa taut balikkan button di atas ke master post yang sudah teman - teman buat. Untuk yang udah setor link master post di postingan Project Baca Buku Cetak tahun lalu, boleh kok mau posting linknya lagi disini. Biar saya juga bisa blogwalking dan menyemangati kalian :D. Nantinya kalau teman - teman mau ngelink ke RC yang sedang diikuti juga gapapa. Yah, terserah teman - teman yang berpartisipasi. Pokoknya, have fun!

Mari babat habis timbunan buku cetakmu! ;D

Selasa, 02 Februari 2016

[REVIEW] The Bliss Bakery Trilogy #1: Bliss

Judul: The Bliss Bakery Trilogy #1: Bliss
Penulis: Kathryn Littlewood
Genre: Fantasi
Penerbit: Noura Books


Sinopsis
Musim panas itu, Rosemary Bliss melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkuk adonan dan semakin yakin bahwa orangtuanya menggunakan sihir di Toko Roti Bliss. Rahasianya ada pada sebuah buku resep Bliss Cookery Booke.
Namun, apa jadinya jika Rose dan Ty memutuskan bereksperimen dengan beberapa resep saat orangtua mereka pergi? Yah, beberapa Muffin Asmaea dan Cookie Kebenaran sepertinya tak akan menimbulkan masalah, bukan?
"Kisah yang lezat dan penuh petualangan mendebarkan..." - Tracy Grant, Washington Post


Review
Dengan setting tempat toko roti dan alur yang mengalir membuat aku yang baca buku ini merasa benar-benar berada di fantasi layaknya yang ada di novel. Selain itu juga, novel ini tuh sangat good looking banget, cover biru dan ujung kertas biru glitter membuat buku ini jadi pengen cepet-cepet dimilikin. Dengan ditemani Rose, Ty, Sage. Leigh, Chip, dan Bibi Lily membuat cerita ini semakin menakjubkan dengan karakter masing-masing tokoh. Trilogi pertama The Bliss Bakery ini menceritakan sebuah toko roti yang diam-diam menggunakan ilmu sihir dalam pembuatannya untuk meredakan, menghilangkan atau menuntaskan hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya, di trilogi pertama ini ada Muffin Asmara yang kalo dimakan bisa bikin orang yang memakannya akan mengungkapkan cinta kepada orang yang dicintainya. Nah, karena menggunakan ilmu sihir maka ada 1 bahan wajib aneh yang harus ditambahkan di setiap resep selain dengan bahan-bahan pembuatan kue yang umum seperti tepung, mentega, dll. Contoh bahan wajib aneh dalam resep Muffin Asmara sendiri adalah sebutir telur burung cinta bertopeng, dan akan ada lagi bahan-bahan aneh di resep lainnya yang diceritakan di novel ini, seperti mata warlock dan kurcaci.

Awalnya, Rose dan Ty iseng membuka-buka buku resep Bliss Cookery Booke yang ditinggalkan kedua orang tuanya saat orang tuanya bepergian meninggalkan mereka. Dan karena rasa penasaran serta ingin menunjukkan 1 resep untuk ditunjukkan ke bibi Lily, mereka berdua akhirnya mencoba membuat Muffin Asmara untuk diberikan kepada Mr. Bastable dan Miss Thistle yang diam-diam saling menyukai. Setelah berpetualang dengan Muffin Asmara, mereka kemudian membuat Cookie Kebenaran yang membuat orang-orang yang memakannya akan berkata jujur akan apapun yang mereka lihat. Dan karena cookie ini, Mr. Bastable tanpa malu-malu mengungkapkan cintanya kepada Miss Thistle hingga diketahui seluruh penduduk kota. Dan ada lagi kejadian yang membuat Ty bingung karena cookie ini, kejadiannya yakni.... (beli aja ya bukunya 😁). Dan setelah berfantasi ria dengan Cookie Kebenaran, Rose dan Ty kembali membuat Cake Pemutar Balik Keadaan yang Sesungguhnya untuk mengembalikan penduduk kota seperti semula, tapi yang terjadi justru di luar ekspektasi, seluruh penduduk yang telah memakannya benar-benar memutar balik keadaan yang sesungguhnya mulai dari beraktivitas di malam hari, berjalan mundur, lalu lintas yang salah jalur (seluruh mobil berjalan mundur dan akan berhenti bila lampu hijau dan sebaliknya akan berjalan bila lampu lalu lintas berwarna merah), dan kalo ngomong seluruh kata-katanya dibalik (contoh, mereka manggil nama Rose dengan sebutan Esor). Gara-gara ini aku langsung mikir, mungkin mereka tidur matanya kebuka kali ya.haha.
Dan masih banyak lagi kisah-kisah seru, manis, dan lezat untuk dinikmati pembaca. Dan kira-kira, bisakah Rose dan saudaranya menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi sebelum kedua orang tua mereka (Albert Hogswaddle dan Purdy Bliss) sampai di rumah?
Selamat penasaran dan selamat mencari buku yang manis ini, readers! ^^

^Vinia^